Shopping cart
Your cart empty!
Terms of use dolor sit amet consectetur, adipisicing elit. Recusandae provident ullam aperiam quo ad non corrupti sit vel quam repellat ipsa quod sed, repellendus adipisci, ducimus ea modi odio assumenda.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Sit amet consectetur adipisicing elit. Sequi, cum esse possimus officiis amet ea voluptatibus libero! Dolorum assumenda esse, deserunt ipsum ad iusto! Praesentium error nobis tenetur at, quis nostrum facere excepturi architecto totam.
Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Inventore, soluta alias eaque modi ipsum sint iusto fugiat vero velit rerum.
Do you agree to our terms? Sign up
Ambon - Pemerintah Kota Ambon mendorong peningkatan kapasitas dan keselamatan nelayan melalui pemanfaatan informasi cuaca maritim dan teknologi kelautan. Hal ini disampaikan Walikota Ambon, Bodewin Wattimena saat membuka Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) Kota Ambon Tahun 2026, yang diinisiasi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Yos Sudarso, Kamis (30/7) di Ruang Vlissingen Balai Kota.
Wali Kota Ambon dalam sambutannya mengatakan, sektor kelautan dan perikanan memiliki peran yang sangat strategis bagi Maluku dan Kota Ambon. Dengan sebagian besar wilayah Maluku merupakan laut, potensi tersebut harus dikelola secara optimal dan berkelanjutan untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, nelayan merupakan salah satu kelompok masyarakat yang memiliki peran penting dalam menyediakan sumber pangan bagi masyarakat. Namun, aktivitas nelayan juga memiliki risiko yang tinggi, terutama ketika berhadapan dengan perubahan kondisi cuaca dan gelombang laut.
Karena itu, melalui SLCN, para nelayan diharapkan semakin memahami pentingnya informasi cuaca sebagai dasar dalam mengambil keputusan sebelum melaut.
“Nelayan adalah para petarung di laut yang mempertaruhkan nyawa demi menghidupi keluarga dan menyediakan pangan bagi masyarakat. Tanggung jawab kita bersama adalah memastikan kapasitas mereka terus meningkat, keselamatan jiwa mereka terlindungi, dan kesejahteraan mereka semakin baik,” ujar Bodewin.
Ia menegaskan, semangat yang harus dibangun bersama adalah “Nelayan Hebat, Selamat, Sejahtera”, sebagaimana Tema yang diusung SCLN. Nelayan hebat, kata dia, bukan hanya nelayan yang mampu meningkatkan hasil tangkapan, tetapi juga nelayan yang memiliki pengetahuan, keterampilan, mampu memanfaatkan teknologi, serta memahami kondisi cuaca dan laut sebelum menjalankan aktivitasnya.
Pemkot Ambon, ungkapnya, juga terus mendorong fasilitasi sarana dan prasarana perikanan serta pemanfaatan teknologi untuk mendukung produktivitas nelayan. Penggunaan teknologi seperti fish finder, misalnya, dapat membantu nelayan dalam menentukan lokasi penangkapan ikan secara lebih efektif dan efisien.
Di sisi lain, para nelayan juga diimbau untuk menjadikan informasi BMKG sebagai salah satu rujukan penting sebelum melaut. Informasi mengenai kondisi cuaca, arah angin, tinggi gelombang, dan arus laut sangat diperlukan untuk meminimalkan risiko kecelakaan di laut.
“Kita ingin membangun budaya baru di kalangan nelayan, bahwa sebelum melaut harus mengetahui kondisi cuaca dan laut. Informasi yang diberikan BMKG harus dimanfaatkan dengan baik untuk memastikan nelayan pergi melaut dengan aman dan dapat kembali ke rumah dengan selamat,” tambahnya.
Lebih lanjut, Walikota menilai SLCN bukan sekadar kegiatan pelatihan teknis membaca informasi cuaca, tetapi menjadi bagian dari upaya membangun budaya keselamatan, meningkatkan literasi informasi, serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah, BMKG, instansi kemaritiman, akademisi, penyuluh, dan kelompok nelayan.
Peningkatan kapasitas nelayan juga dinilai strategis dalam mendukung berbagai program pemerintah di sektor kelautan dan perikanan, termasuk pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih. Bodewin berharap, penguatan kapasitas sumber daya manusia nelayan dapat menjadi fondasi dalam membangun ekosistem perikanan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Sebelumnya Deputi Bidang Meteorologi BMKG, yang diwakili Ketua Tim Kerja Manajemen Koperasi dan Kerjasama Dalam/Luar Negeri, Yuli Kartiningsih dalam sambutannya melalui daring menyatakan berbagai resiko kerap dihadapi para nelayan, misalnya angin kencang, gelombang tinggi dan hujan lebat, olehnya itu informasi cuaca yang akurat dan mudah dipahami sangat penting untuk mendukung keselamatan nelayan.
BMKG, ujar Yuli, berkomitmen menyediakan informasi maritim yang cepat, akurat dan mudah diakses serta bermanfaat bagi masyarakat.
“Melalui SLCN, diharapkan dapat meminngkatkan kemampuan nelayan dalam membaca informasi cuaca maritim, para peserta juga diharapkan dapat membagi pengetahuannya dengan rekan – rekan nelayan lainnya,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala BMKG Maritim Yos Sudarso Ambon, Mujahidin, dalam laporannya mengatakan SLCN yang diikuti 40 orang perwakilan kelompok nelayan ini, selain untuk meningkatkan kapasitas, juga menjadi bagian dari upaya BMKG dalam membangun budaya sadar cuaca, meningkatkan keselamatan pelayaran, dan kesejahteraan nelayan melaui pemanfaatan teknologi secara tepat.(**)